Senin, 13 Juli 2020

Pengertian Computer Base Information System ( CBIS ) Dan Audit log

1. Pengertian Computer Base Information System ( CBIS )
Sistem informasi berbasis komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Contoh Aplikasi CBIS :
1.) Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan. Aplikasi ini ditandai dengan volume pengolahan data yang tinggi, dimana Pengolahan data terdiri dari 4 tugas utama, yaitu pengumpulan data, Menipulasi data, Penyimpanan data, dan Penyiapan dokumen.
Sistem Informasi Akuntansi merupakan suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi, serta menyediakan informasi bagi pemakai didalam maupun diluar perusahaan. SIA adalah satu-satunya CBIS yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan. SIA bertanggungjawab memenuhi kebutuhan informasi bagi tiap-tiap elemen lingkungan kecuali PESAING.

Jurnal yang membahas tentang CBIS

2. Pengertian Audit log
Jejak audit atau log audit adalah urutan kronologis catatan audit, yang masing-masing berisi bukti langsung yang berkaitan dengan dan yang dihasilkan dari pelaksanaan suatu proses bisnis atau fungsi sistem.

Jurnal yang menerapkan audit log tersebut

Rabu, 08 Juli 2020

Rancangan Halaman Semua Barang pada Web ProGamingShop











Gambar di atas adalah hasil rancangan halaman dari dari semua barang. Dapat dilihat daftar barang akan di list mulai dari jenis barang terbaru yang baru keluar pada web kami beserta harga dan detail yang dapat dilihat oleh para pelanggan web kami.

Selasa, 07 Juli 2020

SISTEM INFORMASI KOMPUTER OTOMATISASI PERKANTORAN DAN SISTEM PAKAR


SISTEM INFORMASI KOMPUTER
OTOMATISASI PERKANTORAN
DAN SISTEM PAKAR

Pengertian Sistem Informasi Berbasis Computer (CBIS)
                Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
                 Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa system informasi berbasis computer adalah system pengolah suatu data yang berkualitas dan di pergunakan untuk membantu mengambil sebuah keputusan dan untuk menentukan peranan teknologi dalam kehidupan ini.
Pengertian Otomatisasi Komputer
                Otomatisasi kantor merupakan penggunaan alat elektronik yang digunakan untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang didalam dan diluar perusahaan. O’Brien ( 1996 ) mendefinisikan otomatisasi kantor sebagai sistem informasi berbasis telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan pesan-pesan, dokumen-dokumen dan komunikasi elektronik lainnya diantara individual, grup-grup kerja dan organisasi.
                Otomatisasi penting dilakukan dalam upaya meraih efektivitas dan efisiensi kegiatan perkantoran. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang menuntut untuk menyelesaikan proses pengolahan informasi secara cepat dan fleksibel, maka kebutuahan dari metode manual ke otomatis sudah menjadi keharusan untuk dipenuhi. Namun, bukan berarti meninggalkan seluruh proses manual dan memangkas tenaga kerja, sebab banyak aspek-aspek lain yang harus menjadi pertimbangan dalam melakukan otomatisasi dikantor.
Tujuan Otomatisasi Komputer
Otomatisasi Perkantoran, OA atau Office Automation bertujuan untuk
meningkatkan produktivitas kerja melalui :
  • ·         Meminimalkan pengeluaran pada biaya, munculnya komputer dapat menghemat biaya dimana komputer dapat menggantikan dan meringankan tugas pekerja dari berat menjadi ringan.
  • ·         Pemecahan masalah kelompok, otomatisasi kantor dapat memberikan kemampuan antara manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik dalam memecahkan masalah.
  • ·         Pelengkap bukan pengganti, dalam hal ini tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal tradisional, seperti percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. Pelengkap informasi ini digunakan agar dapat lebih baik dalam berkomunikasi.
  • ·         Penggabungan dan penerapan teknologi, misalnya antara telepon, komputer, jaringan internet, serta satelit. Dimana semua digabung untuk memperlancar informasi dari luar perusahaan maupun didalam perusahaan, selain itu untuk mengetahui canggihnya tekhnologi di era globalisasi .
  • ·         Memperbarui proses pelaksanaan pekerjaan di kantor, produk office automation memungkinkan para pekerja kantor memproses lebih banyak dokumen secara lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien
  • ·         Meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
  • ·         Peningkatan komunikasi dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat


Manfaat Otomatisasi Komputer
                Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dalam pemanfaatan sistem otomatisasi
perkantoran, diantaranya :
  • ·         Otomatisasi perkantoran membuat informasi menjadi lebih murah dan mudah digunakan, dipindahkan, dan dirawat.
  • ·         Dapat meletakkan landasan yang kuat untuk integrasi informasi sehinggga perusahaan mampu berkompetisi lebih baik.
  • ·         Komputer tidak menggantikan pekerja saat ini, komputer mampu menunda penambahan pegawai yang diperlukan untuk menangani beban kerja yang bertambah.
  • ·         Pemecahan masalah kelompok/tim.
  • ·         Cara OA berkontribusi pada komunikasi ke dan dari manajer membuatnya sangat cocok diterapkan untuk memecahkan masalah kelompok.
  • ·         Sebagai pelengkap bukan pengganti.
  • ·         Sebagai suatu cara komunikasi bisnis. OA tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal tradisional seperti percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. OA hanya melengkapi komunikasi tradisional.
  • ·         Meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
  • ·         Peningkatan komunikasi dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat


Fasilitas dalam Otomatisasi Komputer
• Dilihat dari tenaga penggeraknya
Mesin manual ialah mesin-mesin yang digerakkan oleh tenanga manusia. Mesin listrik (elektrik) ialah mesin-mesin yang digerakkan dengan tenanga listrik atau baterai
• Dilihat dari car kerja dan komponen mesinnya
Mesin mekanik yaitu mesin-mesin yang rangkaian komponennya tampak bergerak dalam operasinya. Mesin elektronik yaitu mesin-mesin dengan rangkaian komponen elektronik,berupa kabel-kabel
• Dilihat dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor
Mesin-mesin untuk mencatat bahan keterangan, diantaranya adalah mesin tulis, mesin dikte,mesin penomor, dan asalah pensil. Mesin-mesin untuk menghimpun bahan keterangan diantaranya adalah
pembuka surat mesin penjilid, hectmachine, pemotong kertas, dan pencatat uang kas.


Peranan otomatisasi perkantoran dalam pemecahan suatu masalah
Banyak aplikasi dalam otomatisasi kantor, membuat seorang manajer harus
melakukan suatu pemilihan dalam membuat suatu sytem yang baik, yang kiranya
dapat memberikan kepuasaan baik dari pelanggan maupun dalam perusahaan itu
sendiri. Adapun yang mempengaruhi peranan otomatisasi perkantoran dalam
pemecahan suatu masalah adalah berikut:
• Jenis Organisasi, yaitu seorang manajer diperusahaan dengan satu lokasi tidak akan mempertimbangkan konferensi audio dan video.
• Pilihan pribadi, manajer yang memilih komunikasi tatap muka tertarik pada konferensi video dan memanfaatkan kalender elektronik.
• Sumber daya OA yang tersedia paduan manajer dibatasi oleh sumber oleh sumber daya OA yang tersedia dalam perusahaan

Pengguna Otomatisasi Komputer
Otomatisasi Kantor digunakan oleh semua orang yang bekerja di dalam kantor.
Pada dasarnya terdapat 4 kategori pengguna Otomatisasi Kantor, yaitu :
1) Manajer : orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan, terutama SDM.
2) Profesional : profesional tidak mengelola orang, tetapi menyumbangkan keahlian khususnya. Misalnya : pembeli, wiraniaga, dan asistenstaff khusus Manajer dan professional secara bersama dikenal sebagai pekerja terdidik.
3) Sekretaris : biasanya ditugaskan pada pekerja terdidik tertentu untuk melaksanakan berbagai tugas seperti menangani korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
4) Pegawai administratif : melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti mengoperasikan mesin fotocopy, menyusun dokumen, menyimpan dokumen.

Tahap Penerapan Otomatisasi Perkantoran
Tahap-tahap Penerapan Otomatisasi Kantor
Dalam penerapan otomatisasi kantor, ada beberapa tahap yang penting untuk diperhatikan sebagai berikut:
1. Tradisional : penggunaan teknologi utamanya ditujukan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas. Terfokus pada penggunaan word processing, fax, telepon dan lain-lain.
2. Transisional ; ditandai dengan mulai digunakannya proses data secara elektronik serta dibangunnya aplikasi untuk keperluan pengarsipan, penyimpanan, dan komunikasi yang berbasis komputer. Contoh : pembuatan database (oracle), general ledger (informasi keuangan), EAS (sistem approval
elektronik) dan lain-lain.
3. Transformasional ; merupakan konvergensi telekomunikasi dan informasi (ICT). Contoh : teleconference, videoconference dan lain-lain.

Penggunaan Peralatan dalam Otomatisasi Kantor
1. Dilihat dari tenagan penggeraknya :
a. Mesin manual ialah mesin-mesin yang digerakkan oleh tenanga manusia
b. Mesin listrik (elektrik) ialah mesin-mesin yang digerakkan dengan tenaga listrik atau baterai
2. Dilihat dari cara kerja dan komponen mesinnya
a. Mesin mekanik yaitu mesin-mesin yang rangkaian komponennya tampak bergerak dalam operasinya
b. Mesin elektronik yaitu mesin-mesin dengan rangkaian komponen elektronik, berupa kabel-kabel
3. Dilihat dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor
a. Mesin-mesin untuk mencatat bahan keterangan, diantaranya adalah mesin tulis, mesin dikte, mesin penomor, dan asalah pensil
b. Mesin-mesin untuk menghimpun bahan keterangan diantaranya adalah pembuka surat mesin penjilid, hectmachine, pemotong kertas, dan pencatat uang kas
c. Mesin-mesian untuk mengolah bahan keterangan diantaranya adalah mesin jumlah, mesin hitung, dan komputer
d. Mesin-mesin untuk memperbanyak bahan keterangan diantaranya adalah mesin stensil,mesin stensil spiritus, mesin fotocopy, mesin perekam sheet, mesin offset, dan berbagai mesin cetak

Jenis-jenis Aplikasi Otomatisasi Kantor
Perkantoran merupakan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan dalam perolehan,pencatatan, penyimpanan, penganalisaan, dan pengkomunikasian.
Berikut ini adalah jenis-jenis aplikasi otomatisasi perkantoran yang dapat
digunakan :
1. Pengolahan Kata (Word Processing)
Word processing adalah penggunakan suatu aperalatan elektronik yang
secara otomatis melakukan beberapa tugas yang diperlukan untukmembuat
dokumen ketik atau cetak.
Contoh dari word processing adalah Ms. Word dari Microsoft Office
2. Surat Elektronik (Electronic Mail/E-mail)
Surat elektronik yang dikenal sebagai e-mail adalah penggunaan jaringan
komputer yang memungkinkan para pemakai mengirim, menyimpan dan
menerima pesan-pesan dengan menggunakan terminal komputer dan alat
penyimpanan.
3. Voice Mail
Voice mail memerlukan komputer dengan kemampuan menyimpan pesan
audio dalam bentuk digital dan kemudian mengubahnya kembali menjadi
audio saat dipanggil. Tiap pemakai mempunyai voice mailbox dalam
penyimpanan sekunder, dan peralatan khusus mengubah pesan audio ke dan
dari bentuk digital.
4. Kalender Elektronik (Electronic Calendaring)
Adalah penggunaan jaringan komputer untuk menyimpan dan memanggil
acara yang telah ditetapkan oleh manajer. Kalender elektronik bersifat khusu
diantara aplikasi otomatisasi kantor, karena ia hannya menyusun terjadinya
komunikasi bukan mengkomunikasikan informasi. Cara kerjanya mirip
dengan organizer.
5. Konferensi Audio (Audio Conferencing)
Adalah penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat suatu
hubungan audio diantara orang-orang yang tersebar secara geografis dengan
tujuan melaksanakan konferensi.
Konferensi audio tidak memerlukan komputer, hanya melibatkan fasilitas
komunikasi audio dua arah.
6. Konferensi Video
Adalah penggunaan peralatan televisi untuk menghubungkan para peserta
konferensi yang tersebar secara geografis. Peralatan tersebut menyediakan
hubungan audio dan video serta tidak memerlukan komputer. 3 konfigurasi
dasar konferensi video berdasarakan sinyalnya adalah :
- Video satu arah dan audio satu arah
- Video satu arah dan audio dua arah
- Video dan audio dua arah
7. Konferensi Komputer (Computer Conferencing)
Adalah penggunaan jaringan komputer, sehingga memberi kemampuan
seseorang untuk melakukan pertukaran informasi selama proses terjadinya
konferensi. Aplikasi ini hamper sama dengan electronic mail, karena kedua
aplikasi ini menggunakan hardware dan software yang sama.
8. Transmisi Faxsimili (Facsimile Transmission)
FAX adalah penggunaan peralatan khusus yang dapat membaca citra
dokumen pada satu ujung saluran komunikasi dan membuat salinannya di
ujung yang lain. Fax sangat mudah diimplementasikan dan dioperasikan.
Jalur telepon suara dapat berfungsi sebagai channel-nya dan pengoperasian
peralatannya tidak lebih sulit daripada mengoperasikan mesin fotocopy.
9. Pencitraan (Imaging)
Untuk menyimpan dokumen yang berukuran/bervolume besar diperlukan
penyimpanan khusus sehingga mudah untuk memanggil dan mendapatkan
kembali informasi yang diperlukan dalam dokumen tersebut. Penggunaan
microfrom yang berupa microfilm dan microfiche dapat mengurangi
kebutuhan ruang penyimpanan sebesar 97% sehingga efektif digunakan
untuk dokumen besar.
10. VideoText
Adalah penggunaan komputer untuk tujuan memberikan tampilan materi
tekstual pada layar CRT. Penggunaan komputer untuk menampilkan pada
layar CRT materi narasi dan grafik yang tersimpan. Untuk menyediakan
informasi dalam bentuk videotext, terdapat 3 sumber utama bahannya, yaitu:
- menciptakan file videotext pada komputernya sendiri
- berlangganan jasa videotext
- memperoleh akses ke file videotext dari perusahaan lain

2.12 Sistem Pakar
Konsep sistem pakar adalah menirukan metodologi dan kinerja seorang
manusia yang ahli dalam bidang atau domain tertentu yang spesifik.(Setiawan,
1993). Sistem pakar adalah program pemberian nasehat (advice giving) atau
program konsultasi yang mengandung pengetahuan dan pengalaman yang
dimasuki oleh satu atau banyak pakar kedalam satu domain pengetahuan tertentu.
Agar setiap orang biasa memanfaatkannya untuk memecahkan suatu masalah.
(Suparman,1991).

2.13 Kelebihan Sistem Pakar
Kelebihan yang diperoleh dari sistem pakar yaitu:
• Memungkinkan orang awam bisa melakukan pekerjaan seorang pakar.
• Meningkatkan produktivitas kerja dengan jalan meningkatkan efisiensi
pekerjaan.
• Menghemat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan atau masalah yang
kompleks.
• Menyederhanakan beberapa operasi.
• Pengolahan berulang-ulang secara otomatis.
• Tersedianya pengetahuan pakar bagi masyarakat luas
2.14 Kelemahan Sistem Pakar
Sedangkan kelemahan sistem pakar yaitu:
• Pengembangan sistem pakar sangat sulit, seorang pakar yang baik sulit
diperoleh. Memedatkan pengeahuan seorang pakar dan mengalihkannya
menjadi sebuah program merupakan pekerjaan yang melelahkan dan
memerlukan biaya yang besar.
• Sistem pakar sangat mahal untuk mengembangkan, mencoba dan
mengirimkannya ke pemakai terakhir memerlukan biaya tinggi.
• Hampir semua sistem pakar (expert system) masih harus
dapatdimplementasikan dalam komputer besar, sistem pakar yang
dijalankan pada komputer pribadi tergolong sistem apkar kecil dan kurang
canggih.
• Sistem pakar tidak 100 % menguntungkan karena produk seseorang tidak
ada yang sempurna dan tidak selalu benar, oleh karena itu perlu dikaji
ulang secara teliti sebelum digunakan.

Bentuk Sistem Pakar
Ada 4 bentuk sistem pakar, yaitu :
• Berdiri sendiri. Sistem pakar jenis ini merupakan software yang berdirisendiri tidak tergantung dengan software yang lainnya.
• Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang terkandung
didalam suatu algoritma (konvensional), atau merupakanprogram dimana
didalamnya memanggil algoritma subrutin lain(konvensional).
• Menghubungkan ke software lain . Bentuk ini biasanya merupakan
systempakar yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu,
misalnya
• Sistem Mengabdi. Sistem pakar merupakan bagian dari komputer
khususyang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Misalnya sistem
pakar yang digunakan untuk membantu menganalisis data radar.

Contoh beberapa sistem pakar
·         XSEL
Sistem pakar ini dapat bertindak sebagai asisten penjual yang membantu penjual
komputer DEC memilihkan pesanan pelanggan sesuai dengan kebutuhan.
·         MYCIN
Sistem ini dikembangkan di Universitas Stanford pada pertengah-an 1970-an
dengan tujuan untuk membantu jurumedis dalam mendiagnosa penyakit yang
disebabkan oleh bakteri
·         PROSPECTOR
Sistem ini diciptakan oleh Richard Duda, Peter Hard, dan Rene Reboh pada tahun
1978 yang menyediakan kemampuan seperti seorang pakar di bidang geologi.

Model konseptual sistem pakar
Model konseptual sistem pakar yang paling umum diperlihatkan pada Gambar
5.21. Tampak bahwa terdapat 4 buah komponen penting, yakni basis
pengetahuan (knowledge base), mesin inferensi (inference engine), fasilitas
penjelasan, dan antarmuka pemakai.

Basis pengetahuan merupakan komponen yang berisi pengetahuanpengetahuan yang berasal dari pakar. Berisi sekumpulan fakta (fact) dan
aturan (rule). Fakta berupa situasi masalah dan teori tentang area masalah.
Aturan adalah suatu arahan yang menggunakan pengetahuan untuk
memecahkan masalah pada bidang tertentu.
• Mesin inferensi adalah komponen yang menjadi otak sistem pakar.
Bagian inilah yang berfungsi melakukan penalaran dan pengambilan
kesimpulan.
• Fasilitas penjelas merupakan komponen yang berfungsi untuk memberikan penjelasan kepada pemakai yang memintanya. Jenis pertanyaan
;ang dapat ditangani biasanya berupa “Mengapa” dan “Bagaimana”. Tidak
semua sistem pakar menyediakan bagian ini. Contoh berikut mem-berikan
gambaran tentang penjelasan oleh sistem pakar.
• Antarmuka pemakai merupakai bagian yang menjembatani antara sistem
dan pemakai. Melalui bagian inilah pemakai berkomunikasi dengan
sistem.

Kesimpulan
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang
mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai
SIM (Sistem Informasi Manajemen) dipromosikan oleh pembuat komputer untuk
mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM (Sistem Informasi Manajemen)
menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama
menghasilkan informasi manajemen.
Otomatisasi kantor (office automation/OA) memudahkan komunikasi dan
meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui
penggunaan alat elektronik. OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi
seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, elektronik calendaring, facsimile
transmission. Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran
logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan
(artificial intelligence).

Daftar Pustaka http://fairuzelsaid.com/konsep-sistem-pakar/ https://blogaanwati.wordpress.com/2013/01/11/otomatisasi-kantor/. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_otomatisasi_kantor. http://nove82.blogspot.co.id/2014/10/otomatisasi-perkantoran-a.html


Rabu, 01 Juli 2020

Ringkasan Jurnal Sistem Informasi Manajemen


International JOURNAL OF DECISION Support System Technology
Juli - September 2010, Vol. 2, No. 3 



Artikel Penelitian
Meneliti Implikasi Proses dan Pilihan untuk Pengambilan Keputusan Strategis
Efektivitas

Paul L. Drnevich, Universitas Alabama, AS
Thomas H. Brush, Purdue University, USA
Alok Chaturvedi, Universitas Purdue, AS

Studi Empiris tentang Informasi Kesadaran Kelompok dalam Kelompok Berbasis Web Deci
Sistem Pendukung sion

Nipat Jongsawat, Universitas Siam, Thailand
Wichian Premchaiswadi, Universitas Siam, Thailand

Tipologi Tema Berbagi Pengetahuan Tacit untuk Membina Keputusan Grup
Sistem pendukung

Amin A. Shaqrah, Universitas Alzaytoonah Yordania, Yordania

Pendekatan Sistem untuk Menentukan Strategi Kontrol secara Hierarkis
Sistem Tenaga Kerja

Andrej ikraba, Universitas Maribor, Slovenia
Miroljub Kljaji °, Universitas Maribor, Slovenia
Davorin Ko a², Universitas Maribor, Slovenia

Sistem Pendukung Keputusan Terintegrasi untuk Tumpangsari

AS Sodiya, Universitas Pertanian, Nigeria
AT Akinwale, Universitas Pertanian, Nigeria
KA Okeleye, Universitas Pertanian, Nigeria
JA Emmanuel, Universitas Pertanian, Nigeria


Meneliti Implikasinya
Proses dan Pilihan untuk
Efektivitas Pengambilan Keputusan Strategis


ABSTRAK
          Sebagian besar pendekatan pengambilan keputusan strategis (SDM) menganjurkan pentingnya proses pengambilan keputusandan pilihan respons untuk memperoleh hasil yang efektif. Sistem pendukung pengambilan keputusan modern (DMSS)teknologi sering juga diperlukan untuk SDM yang kompleks, dengan penelitian terbaru menyerukan DMSS yang lebih integratifpendekatan. Namun, para cendekiawan cenderung mengambil pendekatan terpecah dan tidak setuju apakah rasional atau tidakproses pengambilan keputusan politik menghasilkan hasil keputusan yang lebih efektif.
          Dalam penelitian ini, penulis menelitimasalah-masalah ini dengan terlebih dahulu mengeksplorasi beberapa argumen teoretis yang bersaing untuk efektivitas proses-pilihanhubungan, dan kemudian menguji hubungan ini secara empiris menggunakan data dari latihan pelatihan respon krisis menggunakan DMSS berbasis agen yang cerdas. Hasil ini menawarkan bukti empiris untuk mengkonfirmasi sebelumnyaargumen yang tidak didukung bahwa pilihan respons merupakan faktor mediasi penting antara pengambilan keputusanproses dan efektivitasnya. Para penulis menyimpulkan dengan diskusi tentang implikasi dari temuan ini danpenerapan teknologi DMSS simulasi berbasis agen untuk penelitian dan praktik akademik.

PENGANTAR
          Pengambilan keputusan strategis (SDM) melibatkanmetode dan praktik yang digunakan organisasimenafsirkan peluang dan ancaman dalamlingkungan dan kemudian membuat keputusan respons(Shrivastava & Grant, 1985). Keputusan modernmembuat teknologi sistem pendukung (DMSS) adalah sering juga dibutuhkan untuk SDM yang kompleks, dengan yang terbarupenelitian yang menuntut DMSS lebih integratifpendekatan (Mora, Forgionne, Cervantes, GarYrido, Gupta, & Gelman, 2005; PhillipsYWren,Mora, Forgionne, & Gupta, 2009). DMSS seperti ituteknologi menawarkan tipe kaya dan berkuasaful platform teknologi penelitian dengan tinggitingkat validitas eksternal dan internal jugasebagai keandalan yang dibutuhkan untuk keputusan terintegrasidukungan (Mora et al., 2005; Liu, Duffy, WhitYbidang, Boyle, & McKenna, 2009; Linebarger, DeSpanyol, McDonald, Spencer, & Cloutier, 2009;Mostashari & Sussman, 2009; PhillipsYWrenet al., 2009)

Dalam penelitian ini kami membahas beberapa pertanyaan penelitian khusus:
1) Apakah variasi dalam proses pengambilan keputusan menghasilkan variasi dalam pilihan respons;
2) Apakah variasi dalam pilihan jawaban menghasilkan variasi dalam keputusan efektif;
3) Bisakah kita juga melacak efektivitas berbagai proses SDM yang dimediasi melalui pilihan respons tertentu? Karena manajemen dapat mempengaruhi proses SDM, pertanyaan ketiga cenderung lebih menarik daripada pertanyaan kedua. Namun, jika kita hanya melihat hubungan langsung antara proses SDM dan efektivitas (yaitu, Dean & Sharfman, 1996), kita mungkin mengaitkan perbedaan dalam efektivitas dengan variasi proses ketika variasi ini tidak benar-benar mempengaruhi pilihan. Oleh karena itu, kita perlu cukup melihat proses SDM mana yang lebih efektif dalam situasi ini dan menghasilkan hasil yang paling efektif. Mengatasi pertanyaan-pertanyaan ini membantu untuk mengklarifikasi pengaruh proses dan pilihan yang terintegrasi pada efektivitas pengambilan keputusan strategis.

Makalah ini menghasilkan sebagai berikut:
1) Kami meninjau penelitian terkait pada SDM, dan memanfaatkan teori usia sebelumnya untuk mengembangkan hipotesis untuk proses terintegrasi. Efektivitas model SDM.
2) Kami menguji model dan hipotesis melalui analisis data empiris dari latihan pelatihan penanganan krisis menggunakan teknologi sistem pendukung keputusan simulasi berbasis agen;
3) Kami menyajikan dan mendiskusikan hasil analisis kami dalam kaitannya dengan model dan hipotesis
4) Kami menyimpulkan dengan diskusi tentang temuan kami bersama dengan implikasi untuk praktik dan penelitian akademis masa depan.

PENGEMBANGAN TEORI
          Sebagai implikasi mediasi potensialdari variabel menengah pilihan respons adalahdengan demikian tidak diteliti, kami memperluas dan memeriksaDean dan Sharfman (1996) model untuk mengklarifikasiargumen yang bertentangan dalam SDM sebelumnyaliteratur. Kami melakukan ini dengan memeriksamodel penuh dengan dimasukkannya mediasihubungan pilihan respons melalui kamiaplikasi untuk pengambilan keputusan yang ekstrimkonteks (respons krisis). Pendekatan kami adalah sebagai berikut:
1) Kami memperluas Dean dan Sharfman(1996) pengambilan keputusan strategis hubungandan model efektivitas variasi dalam proses,pilihan respons, dan efektivitas dengan memperluasmodel efektivitas mereka untuk memasukkan potensimemediasi efek dari pilihan perantara
2) Kami kemudian memeriksa argumen yang bersainguntuk efektivitas proses dalam konteks ini dariFredrickson dan Mitchell (1984), Bourgeois danEisenhardt (1988), dan Hart (1992).
          Dalam model Dean and Sharfman (1996)variasi dalam pengambilan keputusan strategisproses (mis., Pendekatan Politik atau Rasional)menghasilkan variasi dalam pilihan respons, yang dihasilkandalam variasi efektivitas. KeefektifanOleh karena itu hasil tergantung pada yang berikut:
1) Proses pengambilan keputusan strategisdimanfaatkan
2) Pilihan strategi responsdiimplementasikan. Untuk mengklarifikasi konflik Yargumen dominan dalam literatur untukefektivitas proses di bawah ketidakpastian, jugasebagai uji peran mediasi berteori pilihan,kami mengembangkan beberapa hipotesis dasar untuk menjadikira-kira konsisten dengan literatur sebelumnya.
Replikasi model Dean dan Sharfman (1996):
Hipotesis 1: Variasi dalam keputusan strategisYProses pembuatan akan terkait dengan variasidalam efektivitas.Meneliti sub elemen dari Dean yang tersiratdan Sharfman (1996) model:
Hipotesis 2: Variasi dalam keputusan strategisYProses pembuatan akan terkait dengan variasidalam pilihan respons.
Hipotesis 3: Variasi dalam pilihan respons akanterkait dengan variasi dalam efektivitas.
          Untuk memeriksa model lengkap seperti yang diusulkan olehDean dan Sharfman (1996), yang mengusulkan amemediasi hubungan tetapi hanya memeriksahubungan langsung, kami membedakan antaraefek langsung dari proses SDM pada efektivitas(H1) dan hubungan mediasi yang bertindak melaluipilihan jawaban. Dalam hubungan, kami memodelkan pilihan responssebagai langkah perantara dan menganggap ini sebagaiperluasan pengambilan keputusan strategi danhubungan efektivitas. Karena itu kami berasalhipotesis 4 untuk menguji apakah responspilihan memiliki efek mediasi dan langsungpada efektivitas keputusan.
Meneliti penuh Dean dan Sharfman (1996) model:
Hipotesis 4: Variasi dalam keputusan strategisYmembuat proses dan variasi dalam responsPilihan akan terkait dengan variasi dalamefektivitas.
          Untuk memeriksa konflik dalam literaturtentang ketidakkonsistenan di antara Fred rickson dan Mitchell (1984) dan Bourgeois danEisenhardt (1988) proposisi untuk ketidakpastiandan lingkungan berkecepatan tinggi, sertaHart (1992) proposisi untuk keefektifan olehjenis pengambilan keputusan, kami mengembangkanhipotesis 5a dan 5b.
Hipotesis 5a: Dalam lingkungan yang sangat bergejolak, proses pengambilan keputusan yang rasional harus berhubungan positif dengan efektivitas, sedangkan proses pengambilan keputusan politik seharusnya tidak memiliki hubungan positif dengan efektivitas (Bourgeois & Eisenhardt, 1988; Hart, 1992).
Hipotesis 5b: Dalam lingkungan yang sangat bergejolak, proses pengambilan keputusan yang
rasional harus berhubungan negatif dengan efektivitas, sedangkan proses pengambilan
keputusan politik harus memiliki hubungan positif dengan efektivitas (Fredrickson & Mitchell,1984).


ANALITIS PERTIMBANGAN

Konteks Studi

          Peristiwa krisis (yaitu, bencana alam, terorisme,dll.) adalah lingkungan yang ditandai oleh beragamtingkat turbulensi dan ambiguitas (NasionalKomisi Serangan Teroris, 2004). Sementaraorganisasi pemerintah berbeda dari yang disektor swasta, penelitian dalam manajemen bidang SDM mungkin berlaku untuk pemerintah organisasi yang berurusan dengan peristiwa krisis. Untuk contoh, tugas inti organisasi adalahpembuatan dan / atau pemeliharaan kecocokan antara kekuatan dan kemampuan internal organisasi ikatan dan tuntutan ditempatkan pada mereka oleh mereka lingkungan. Organisasi pemerintah harusjuga memanfaatkan sumber daya dan kemampuan unikikatan di berbagai departemen dan tingkat pemerintah untuk menanggapi tantangan di negara mereka lingkungan.

Contoh data

          Kami menguji model dan hipotesis kami menggunakan data yang dikumpulkan dari pendekatan multi-langkah yang terdiri dari percobaan (latihan pelatihan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang disebut Respon Terukur (MR)) bersamaan dengan simulasi berbasis agen yang cerdas. Kami menggunakan data ini untuk menguji model Dean dan Sharfman (1996) yang diperluas dan hipotesis terkait untuk variasi dalam proses, pilihan, dan efektivitas SDM. Kami menggunakan komputasipendekatan metodologi eksperimen untukmelakukan hal ini. Pendekatan ini terdiri dari dua langkah:
1)Menggunakan instrumen survei yang divalidasi untuk mengumpulkandata tentang proses strategi dan pilihan dari laboratoriumbereksperimen dengan praktisi aktual yang dikelompokkanke dalam beberapa tim tanggapan
2) Informasi agen ligent Simulasi berbasis digunakan dalamlatihan untuk menghasilkan data tentang efektivitas proses dan respons kelompok pilihan. Kami menguji model kami dan hipotesisnyamelalui analisis empiris terhadap sub sampel PT268 gabungan pengamatan dari survei dan data simulasi yang dikumpulkan dari latihan.
          Model Simulasi. Latihan pelatihan Measured Response memanfaatkan lingkungan sintetis sebagai teknologi sistem pendukung keputusan untuk latihan tersebut. Sistem ini menggunakan lingkungan simulasi komputer virtual dinamis untuk mensimulasikan wabah dan dispersi agen biologis pada kota berukuran sedang di Amerika Serikat. Wabah ini mempengaruhi puluhan ribu agen intelijen berbasis komputer. Agen-agen ini mendekati keanekaragaman Agen-agen ini mendekati keanekaragamankarakteristik dan demografi perilakudari populasi model yang sebenarnya untuk kota.Selain itu, kami menggunakan pathogenYspecificdata dari Centers for Disease Control(CDC) dalam model simulasi untuk memastikanserangan terjadi secara realistis padapopulasi virtual agen cerdas. Lebih lanjut,aspek organisasi dari simulasimodel menggabungkan data dari DHS aktual danRencana tanggapan CDC. Skenario simulasikarena itu mereplikasi karakteristik sebenarnyadari serangan dunia nyata di mana decisionYmembuat pilihan proses dan strategi responsecara signifikan dapat mempengaruhi hasil dalam haltingkat infeksi, penyebaran penularan, populasitingkat kematian, dan mood publik.

Pengukuran

Variabel dependen
          Variabel dependen dalam penelitian kami terdiri dari komposit terintegrasiIni mengukur efektivitas keputusan. IniPendekatan ini konsisten dengan penelitian terbarumenganjurkan proses dan hasil yang terintegrasilangkah-langkah untuk sistem pendukung pengambilan keputusanevaluasi (Mora et al., 2005; PhillipsYWrenet al., 2009). Sedangkan tujuan keputusan adalah untukmengandung atau mengendalikan wabah dan meminimalkankorban jiwa, kebutuhan untuk mempertahankan pajak yang dapat diterimaSuasana hati publik mempersulit tujuan ini.Karena itu pembuat keputusan harus mempertimbangkanhasil keputusan pilihan mereka dalam halmengandung wabah dan dampaknya pada publiksuasana hati.

Variabel independen.
          Dalam penelitian kami terdiri dari strategisproses pengambilan keputusan, dan karantinapilihan strategi. Variabel proses strategiterdiri dari ukuran pengambilan keputusanproses yang dirancang untuk membedakan rasio proseduralYnality (disebut I PR ") dan perilaku politik(disebut I PB ") proses keputusan. Kami mengukurvariabel-variabel ini melalui pertanyaan pada surveiinstrumen yang didasarkan pada aslinyaDean dan Sharfman (1993, 1996) mengajukan pertanyaanmeningkatkan pendekatan mereka (diukur melaluibeberapa pertanyaan tervalidasi pada survei awalment menggunakan skala Likert, lihat lampiran dan Deandan Sharfman 1993 dan 1996 untuk perincian lebih lanjut).Pilihan respons dalam latihan terdiri dariopsi untuk strategi karantina.

Variabel kontrol
          Variabel kontrol dipenelitian kami mencakup langkah-langkah untuk mengendalikan potensitingkat pemerintah dan afiliasi departemenmempengaruhi, serta disposisi peserta sebelumnyauntuk masalah kesehatan dan politik. Kami menyertakan inivariabel kontrol dalam kesamaan acara diProses SDM atau preferensi pilihan responsmungkin ada di antara tingkat pemerintahan tertentuatau di antara lembaga pemerintah tertentu. Kitalebih lanjut dikendalikan untuk peserta sebelum disYposisi untuk masalah kesehatan dan politik untuk diperiksauntuk melihat apakah faktor alternatif mungkin mendorongproses keputusan atau pilihan pilihan



PROSEDUR ANALITIS
          Mengikuti pengkodean dan kompilasi dari kamisampel data, kami melakukan pemeriksaan untuk hilangdata, validitas wajah, dan multikolinearitas. Inicek mengkonfirmasi bahwa sampel munculdapat digunakan dan bahwa data sesuai dengan yang diharapkanparameter. Selanjutnya, periksa multikolinearitu mengungkapkan beberapa korelasi kecil di antaravariabel, seperti yang kami harapkan, yang berhubungan dengansifat variabel yang diteliti dan Pengukuran.
          Selanjutnya, untuk menguji hipotesis kami, diberikanpotensi autokorelasi dengan kumpulan data,kami menggunakan model campuran tindakan berulangrancangan. Karena ukuran variabel dependen kamiberasal sebagai data kontinu dengan normaldistribusi (yang kemudian kami distandarisasi sebelumnyauntuk analisis), kami melakukan analisis menggunakanprosedur CAMPURAN dengan kontrol untuk kovarianance di SAS. Karena beberapa dari kami independenvariabel juga melibatkan ukuran LikertYscale,model campuran linier umum (misalnya, theProsedur NLMIXED atau GLIMMIX di SAS)juga dipertimbangkan (analisis tambahan dengan prosedur ini tidak mengungkapkan secara signifikanhasil yang berbeda di antara prosedur). Campuranprosedur dalam SAS memungkinkan pengulangan yang benarlangkah-langkah analisis untuk mengatasi potensiautokorelasi. Dalam melakukannya, kami menggunakan levelpemerintah sebagai efek tetap yang memungkinkankami untuk lebih teliti menilai model jugaseperti membandingkan tingkat kecocokan antara direct dan model yang dimediasi.

DISKUSI HASIL
          Secara keseluruhan, ketika kami menganalisis jalur langsung dari model penuh (Proses Efektivitas) terhadap jalur tidak langsung (Proses melalui Pilihan pada Efektivitas) kami mengamati bahwa efektivitas memang tampaknya memediasi proses melalui pilihan. Kami membahas hasil ini secara terperinci, terkait dengan hipotesis kami di bawah ini.

Pengujian Hipotesis
          Dalam Hipotesis 1 , kami memeriksa apakah berbedation dalam proses SDM berhubungan langsung dengan berbagaidalam efektivitas. Kami mengamati dukungan untukHipotesis 1 dalam model 4; sebagai koefisien untukperilaku politik negatif dan signifikan
          Selanjutnya, dalam Hipotesis 2 , kita exYamined subYelements model dalam halapakah variasi dalam proses SDM berkaitan denganvariasi dalam pilihan respons. Kami hanya mengamatidukungan marjinal untuk Hipotesis 2 dalam model2, karena koefisien untuk perilaku politiknegatif dan sedikit signifikan, sedangkankoefisien untuk rasionalitas prosedural mungkintive dan sedikit signifikan
          Lebih lanjut, dalam Hipotesis 3 , kami memeriksa apakahpilihan jawaban penting dalam menjelaskanefektivitas. Kami gagal mengamati dukungan untukhipotesis 3 dalam model 5, sebagai koefisien untukpilihan respons strategis adalah negatif dan tidaksignifikan (lihat Tabel 3). Dalam Hipotesis 4 kitamemeriksa jalur lengkap (model 6), untuk menentukanjika pilihan jawaban menyediakan relasi mediasihubungan antara proses SDM dan efektifYness, atau jika efek langsung dari proses SDM padaefektivitas (model 4) sudah cukup tanpahubungan mediasi.
          Kami mengamati sebagiandukungan untuk Hipotesis 4 sebagai model 6 menunjukkan akoefisien negatif, tetapi sedikit signifikanuntuk pilihan, juga yang negatif dan signifikankoefisien untuk perilaku politik. Selain itu,kami mengamati peningkatan goodness of fit inmodel 6, yang menawarkan beberapa dukungan tambahanuntuk Hipotesis 4 dan marginalkoefisien signifikan untuk pilihan dalam model.
          Dalam Hipotesis5a kami berpendapat bahwa pembuatan keputusan rasional roses akan berhubungan positif dengan SDM secara efektifkefektifan (Bourgeois & Eisenhardt, 1988),dan mengharapkan efek non-positif untuk politikproses pengambilan keputusan (Hart, 1992). Dimodel 4, koefisien untuk rasio proseduralYnality adalah positif, tetapi tidak signifikan, dankoefisien untuk perilaku politik adalah negatif dansignifikan (lihat Tabel 3). Demikian juga, dalam model 6,koefisien untuk rasionalitas prosedural mungkintive, tetapi tidak signifikan, dan koefisien untukperilaku politik negatif dan signifikan.Selanjutnya, dalam analisis jalur, efektivitas bermeditasi dari perilaku politiksignifikan, dan efek dari jalur yang dimediasipositif bila dibandingkan dengan jalur langsung.Dengan demikian, kami menyimpulkan bahwa kami gagal untuk mengamati dukunganport untuk Hipotesis 5a . Karena itu, hasil kamitampil konsisten dengan argumen Hart(1992) yang mengatakan perilaku politik tidak maumenjadi positif, sementara mereka tampaknya bertentangan denganargumen Bourgeois dan Eisenhardt
          Dalam Hipotesis 5b kami berpendapat bahwa rasionalproses pengambilan keputusan akan berhubungan dengan negaYuntuk efektivitas SDM, dan diharapkan aefek positif untuk pengambilan keputusan politikproses (Frederickson & Mitchell, 1984).Namun, dalam model 4 dan 6, kami mengamati kemungkinankoefisien tive tetapi tidak signifikan untuk proseduralrasionalitas. Selanjutnya, kami juga mengamati negatifdan koefisien signifikan untuk perilaku politikdalam model 4 dan 6 (lihat Tabel 3). Karena itu kamijuga gagal mengamati dukungan untuk Hipotesis 5b ,bertentangan dengan argumen Fredericksondan Mitchell (1984) yang menganjurkan penggunaanjenis politis proses dalam konteks ini, danbahwa proses pengambilan keputusan rasional harushubungan negatif dengan efektivitas dalamlingkungan yang tidak stabil.

KESIMPULAN
          Dalam tulisan ini kami menguji implikasi dariargumen yang bersaing untuk efektivitasproses pengambilan keputusan, dengan penyertaandari berteori, tetapi di bawah mediasi diperiksaperan untuk pilihan respons, dalam konteks publikpengambilan keputusan sektor dalam kondisi ketidakpastian (yaitu, respons krisis). Dengan demikian,kami menggunakan teknologi DMSS untuk mengembangkan suatuperpanjangan model keputusan sebelumnya (Dean &Sharfman, 1993, 1996) dengan hipotesis terkaites untuk proses, pilihan, dan efektivitas SDM.Kami memeriksa model yang diperluas menggunakan datadikumpulkan melalui pengalaman komputasiPendekatan yang melibatkan eksperimen denganpembuat keputusan aktual (federal, negara bagian, dan lokalpegawai pemerintah), dan pegawai yang mapan dankeputusan simulasi berdasarkan agen divalidasi dukungsistem pelabuhan (Chaturvedi et al., 2005; Harrisonet al., 2007)


Implikasi Penelitian
          Salah satu implikasi penelitian dari penelitian ini melibatkanperluasan dan perluasan Dekan danSharfman (1993, 1996) bekerja dengan baikklarifikasi prediksi bersaing untukefektivitas proses SDM. Temuan kamidukungan empiris untuk Dekan yang diperluas danModel Sharfman (1996) menunjukkan respons itupilihan dapat memainkan peran mediasi penting dalamhubungan antara proses SDM dan efektivitas. Kedua, keunggulan kamision of Dean and Sharfmanà © (1996) model untuklingkungan yang kompleks dan bergejolak mengindikasikanpenerapan model untuk konteks ekstrim,di luar konteks yang lebih stabil di mana ia beradaawalnya dikembangkan. Pengamatan inimenunjukkan dukungan lebih lanjut untuk ketahanan danpenerapan untuk Dean dan Sharfman (1993,1996) argumen dan model.
          Lebih lanjut, kami mengklarifikasi konflik yang belum terselesaikan dalam literatur tentang efektivitas proses SDM dalam lingkungan yang bergolak, menggemakan panggilan dalam penelitian terbaru untuk pendekatan DMSS yang lebih integratif (Mora et al., 2005; Phillips- Wren et al., 2009). Hasil analisis kami tampaknya mendukung Hart (1992) yang menganjurkan efek negatif dari proses perilaku politik dalam konteks tersebut.

Implikasi Manajerial
          Dalam hal implikasi manajerial, kamiberusaha untuk membedakan mana pilihan jawabanpaling efektif dalam konteks ini dan yang manaproses pengambilan keputusan menghasilkan lebih banyak efisiensitanggapan yang efektif. Mengingat sifat kritis daripengambilan keputusan di bawah ketidakpastian yang tinggi danrisiko dalam konteks kami, kami menyimpan kekhawatiran itusaat ini mengamati proses SDM dalam praktik(sering politis) mungkin subyoptimal dan genapmerugikan keefektifan. Sebagai contoh, kitadiharapkan sebagai tindakan karantina menjadi lebih membatasi, kita akan menyelamatkan lebih banyak nyawa, tetapibahwa kita akan mempengaruhi suasana hati publikjadi pengambil keputusan akan ragu untuk membuatpilihan-pilihan ini.
          Pemeriksaan lebih lanjutTemuan ini mengungkapkan bahwa pengamatan inimungkin karena efek lokal jangka pendekstrategi karantina agresif, yaitusangat restriktif, dan berpotensi menghambatsubyek sehat ke daerah yang terkontaminasi dengan demikianmembuat mereka terinfeksi. Dalam jangka pendek,ini akan mengurangi jumlah nyawa yang diselamatkandan mood publik dibandingkan dengan yang tidak terlalu membatasistrategi karantina. Namun, seiring waktu yang lebih lamaperiode, strategi karantina yang sangat ketatsecara teoritis masih harus lebih efektif daripadayang kurang ketat dalam hal total nyawa yang diselamatkandi tingkat negara bagian dan nasional, sebagaimana mestinyamembantu mencegah acara terlokalisasiepidemi yang meluas. Akhirnya pengamatan inimemberikan wawasan tentang kompleksitas SDMdalam konteks ini, dalam hal itu sepertinya penting untukmenerapkan penyaringan dan respons evakuasi,dalam hubungannya dengan tanggapan karantina, untukupaya untuk mengurangi dampak buruk dari tambangantine strategi untuk subyek sehat dalam zona penahanan.


Keterbatasan dan Penelitian Masa Depan

          Keterbatasan. Penelitian ini tunduk pada sejumlah keterbatasan potensial, yang harus dipertimbangkan ketika menafsirkan temuan dan pengamatan kami. Keterbatasan potensial pertama adalah ukuran sampel (268 pengamatan dari satu percobaan). Penelitian di masa depan pada konstruksi ini dan hubungan mereka dalam konteks ini mungkin ingin menggunakan sampel yang lebih besar dalam periode waktu yang lebih lama. Kedua, mengingat perlunya mempertahankan realisme dari latihan pelatihan keamanan tanah air dan untuk memanfaatkan pembuat keputusan dalam peran kehidupan nyata mereka, kami tidak dapat secara acak menugaskan kelompok perawatan kami. Ketiga, sementara kami berusaha untuk mengontrol disposisi peserta percobaan sebelumnya terhadap masalah politik atau kesehatan, masih mungkin bahwa faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi dalam proses SDM, pilihan respons, dan efektivitasnya. Keempat, ada juga kemungkinan penjelasan alternatif lain untuk pengamatan penelitian ini, yang juga bisa menjadi penjelasan yang masuk akal untuk beberapa hasil.
          Penemuan masa depan. Penelitian ini memunculkan beberapapertanyaan-pertanyaan penting yang mungkin ada banyakimplikasi untuk penelitian dalam manajemendan bidang kebijakan publik. Beberapa pertanyaan iniadalah: Bagaimana proses politik tidak disarankan,dan bagaimana kita dapat mengurangi dampak buruk merekaFect; dan sejauh mana predisposisimenuju dampak proses pengambilan keputusanpilihan respons dan / atau efektivitas SDM? Secara khusus, kami menyarankan penelitian lebih lanjutbaik dampak dari proses pengambilan keputusan,dan peran mediasi dari pilihan respons, dipengaturan sektor publik dan swasta di bawahkondisi risiko tinggi dan ketidakpastian.

KESIMPULAN
          Melalui tulisan ini, kami menunjukkan pentingnya pilihan respons sebagai faktor penengah dalam proses SDM - hubungan efektivitas. Lebih lanjut, kami telah menggambarkan bahwa teori, model, dan metode yang dikembangkan melalui penelitian di bidang manajemen dapat berlaku untuk konteks lain yang lebih bergejolak seperti respons krisis sektor publik. Kami berharappekerjaan dapat memberikan motivasi untuk melanjutkanpenelitian tentang efektivitas SDM sertaaplikasi penelitian dan model manajemenke pengaturan tidak konvensional seperti terorismedan respon krisis.Dalam hal proses SDM munculpaling efektif, kami menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, sementarakami gagal menemukan dukungan untuk pengambilan keputusan yang rasionalmembuat proses, efek dari politik APYProaches secara signifikan lebih negatif padaefektivitas dalam konteks kita saat ini.
          Selanjutnya,Temuan kunci bahwa pilihan respons dapat menjadi penengahbeberapa hubungan antara proses SDM danefektivitasnya berpotensi cukup penting. IniTemuan menunjukkan bahwa proses itu sendiri mungkin tidak cukup untuk menjelaskan efektivitas, tetapi sebaliknyaadalah efek gabungan dari pengambilan keputusanproses dan pilihan respons yang pentinguntuk efektivitas tanggapan. Kami berharap iniTemuan dapat memberikan beberapa wawasan untuk masa depanpenelitian dan praktik untuk meningkatkan SDM secara efektifkeefektifan, dan menunjukkan manfaatnyateknologi DMSS untuk lingkungan seperti itu(Mora et al., 2005; PhillipsYWren et al., 2009;RamirezYMarquez & Farr, 2009), sambil berharapYsepenuhnya meningkatkan kemungkinan yang efektifMenanggapi kejadian aktual.

PENGAKUAN
1) Penelitian ini didanai sebagian oleh NSFDDDAS memberikan # CNSY0325846
2) Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada mantan IndianaDirektur DHS negara Eric Dietz, PurdueInstitut Keamanan Dalam Negeri (PHSI) dan mantandirektur Tim Collins, dan staf Tejas Bhatt danChihYHui Hsieh khususnya untuk keahlian merekabantuan sive dengan pengumpulan, persiapan,dan analisis data simulasi dariLatihan Respon Terukur.