Selasa, 14 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Pengertian Computer Base Information System ( CBIS ) Dan Audit log
1. Pengertian Computer Base Information System ( CBIS )
Sistem informasi berbasis komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Contoh Aplikasi CBIS :
1.) Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan. Aplikasi ini ditandai dengan volume pengolahan data yang tinggi, dimana Pengolahan data terdiri dari 4 tugas utama, yaitu pengumpulan data, Menipulasi data, Penyimpanan data, dan Penyiapan dokumen.
Sistem Informasi Akuntansi merupakan suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi, serta menyediakan informasi bagi pemakai didalam maupun diluar perusahaan. SIA adalah satu-satunya CBIS yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan. SIA bertanggungjawab memenuhi kebutuhan informasi bagi tiap-tiap elemen lingkungan kecuali PESAING.
Jurnal yang membahas tentang CBIS
2. Pengertian Audit log
Jejak audit atau log audit adalah urutan kronologis catatan audit, yang masing-masing berisi bukti langsung yang berkaitan dengan dan yang dihasilkan dari pelaksanaan suatu proses bisnis atau fungsi sistem.
Jurnal yang menerapkan audit log tersebut
Sistem informasi berbasis komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Contoh Aplikasi CBIS :
1.) Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) melaksanakan aplikasi akuntansi perusahaan. Aplikasi ini ditandai dengan volume pengolahan data yang tinggi, dimana Pengolahan data terdiri dari 4 tugas utama, yaitu pengumpulan data, Menipulasi data, Penyimpanan data, dan Penyiapan dokumen.
Sistem Informasi Akuntansi merupakan suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi, serta menyediakan informasi bagi pemakai didalam maupun diluar perusahaan. SIA adalah satu-satunya CBIS yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan. SIA bertanggungjawab memenuhi kebutuhan informasi bagi tiap-tiap elemen lingkungan kecuali PESAING.
Jurnal yang membahas tentang CBIS
2. Pengertian Audit log
Jejak audit atau log audit adalah urutan kronologis catatan audit, yang masing-masing berisi bukti langsung yang berkaitan dengan dan yang dihasilkan dari pelaksanaan suatu proses bisnis atau fungsi sistem.
Jurnal yang menerapkan audit log tersebut
Rabu, 08 Juli 2020
Selasa, 07 Juli 2020
SISTEM INFORMASI KOMPUTER OTOMATISASI PERKANTORAN DAN SISTEM PAKAR
SISTEM INFORMASI KOMPUTER
OTOMATISASI PERKANTORAN
DAN SISTEM PAKAR
Pengertian Sistem Informasi Berbasis Computer (CBIS)
Computer
Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer
merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas
dan dipergunakan untuk suatu alat bantu Sistem Informasi “berbasis komputer”
mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem
pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem
informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan
akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau
Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data
menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat
bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta
visualisasi dan analisis. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa system
informasi berbasis computer adalah system pengolah suatu data yang berkualitas
dan di pergunakan untuk membantu mengambil sebuah keputusan dan untuk
menentukan peranan teknologi dalam kehidupan ini.
Pengertian Otomatisasi Komputer
Otomatisasi
kantor merupakan penggunaan alat elektronik yang digunakan untuk memudahkan
komunikasi formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi
informasi dengan orang-orang didalam dan diluar perusahaan. O’Brien ( 1996 )
mendefinisikan otomatisasi kantor sebagai sistem informasi berbasis
telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan
pesan-pesan, dokumen-dokumen dan komunikasi elektronik lainnya diantara
individual, grup-grup kerja dan organisasi.
Otomatisasi
penting dilakukan dalam upaya meraih efektivitas dan efisiensi kegiatan
perkantoran. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang menuntut untuk
menyelesaikan proses pengolahan informasi secara cepat dan fleksibel, maka
kebutuahan dari metode manual ke otomatis sudah menjadi keharusan untuk
dipenuhi. Namun, bukan berarti meninggalkan seluruh proses manual dan memangkas
tenaga kerja, sebab banyak aspek-aspek lain yang harus menjadi pertimbangan
dalam melakukan otomatisasi dikantor.
Tujuan Otomatisasi Komputer
Otomatisasi Perkantoran, OA atau Office Automation bertujuan
untuk
meningkatkan produktivitas kerja melalui :
- · Meminimalkan pengeluaran pada biaya, munculnya komputer dapat menghemat biaya dimana komputer dapat menggantikan dan meringankan tugas pekerja dari berat menjadi ringan.
- · Pemecahan masalah kelompok, otomatisasi kantor dapat memberikan kemampuan antara manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik dalam memecahkan masalah.
- · Pelengkap bukan pengganti, dalam hal ini tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal tradisional, seperti percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. Pelengkap informasi ini digunakan agar dapat lebih baik dalam berkomunikasi.
- · Penggabungan dan penerapan teknologi, misalnya antara telepon, komputer, jaringan internet, serta satelit. Dimana semua digabung untuk memperlancar informasi dari luar perusahaan maupun didalam perusahaan, selain itu untuk mengetahui canggihnya tekhnologi di era globalisasi .
- · Memperbarui proses pelaksanaan pekerjaan di kantor, produk office automation memungkinkan para pekerja kantor memproses lebih banyak dokumen secara lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien
- · Meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
- · Peningkatan komunikasi dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat
Manfaat Otomatisasi Komputer
Manfaat
yang dapat diperoleh perusahaan dalam pemanfaatan sistem otomatisasi
perkantoran, diantaranya :
- · Otomatisasi perkantoran membuat informasi menjadi lebih murah dan mudah digunakan, dipindahkan, dan dirawat.
- · Dapat meletakkan landasan yang kuat untuk integrasi informasi sehinggga perusahaan mampu berkompetisi lebih baik.
- · Komputer tidak menggantikan pekerja saat ini, komputer mampu menunda penambahan pegawai yang diperlukan untuk menangani beban kerja yang bertambah.
- · Pemecahan masalah kelompok/tim.
- · Cara OA berkontribusi pada komunikasi ke dan dari manajer membuatnya sangat cocok diterapkan untuk memecahkan masalah kelompok.
- · Sebagai pelengkap bukan pengganti.
- · Sebagai suatu cara komunikasi bisnis. OA tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal tradisional seperti percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya. OA hanya melengkapi komunikasi tradisional.
- · Meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
- · Peningkatan komunikasi dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih cepat
Fasilitas dalam Otomatisasi Komputer
• Dilihat dari tenaga penggeraknya
Mesin manual ialah mesin-mesin yang digerakkan oleh tenanga
manusia. Mesin listrik (elektrik) ialah mesin-mesin yang digerakkan
dengan tenanga listrik atau baterai
• Dilihat dari car kerja dan komponen mesinnya
Mesin mekanik yaitu mesin-mesin yang rangkaian komponennya
tampak bergerak dalam operasinya. Mesin elektronik yaitu
mesin-mesin dengan rangkaian komponen elektronik,berupa kabel-kabel
• Dilihat dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor
Mesin-mesin untuk mencatat bahan keterangan, diantaranya
adalah mesin tulis, mesin dikte,mesin penomor, dan asalah pensil. Mesin-mesin untuk menghimpun bahan keterangan diantaranya
adalah
pembuka surat mesin penjilid, hectmachine, pemotong kertas,
dan pencatat uang kas.
Peranan otomatisasi perkantoran dalam pemecahan suatu
masalah
Banyak aplikasi dalam otomatisasi kantor, membuat seorang
manajer harus
melakukan suatu pemilihan dalam membuat suatu sytem yang
baik, yang kiranya
dapat memberikan kepuasaan baik dari pelanggan maupun dalam
perusahaan itu
sendiri. Adapun yang mempengaruhi peranan otomatisasi
perkantoran dalam
pemecahan suatu masalah adalah berikut:
• Jenis Organisasi, yaitu seorang manajer diperusahaan
dengan satu lokasi tidak akan mempertimbangkan konferensi audio dan video.
• Pilihan pribadi, manajer yang memilih komunikasi tatap
muka tertarik pada konferensi video dan memanfaatkan kalender elektronik.
• Sumber daya OA yang tersedia paduan manajer dibatasi oleh
sumber oleh sumber daya OA yang tersedia dalam perusahaan
Pengguna Otomatisasi Komputer
Otomatisasi Kantor digunakan oleh semua orang yang bekerja
di dalam kantor.
Pada dasarnya terdapat 4 kategori pengguna Otomatisasi
Kantor, yaitu :
1) Manajer : orang yang bertanggung jawab mengelola sumber
daya perusahaan, terutama SDM.
2) Profesional : profesional tidak mengelola orang, tetapi
menyumbangkan keahlian khususnya. Misalnya : pembeli, wiraniaga, dan
asistenstaff khusus Manajer dan professional secara bersama dikenal sebagai
pekerja terdidik.
3) Sekretaris : biasanya ditugaskan pada pekerja terdidik
tertentu untuk melaksanakan berbagai tugas seperti menangani korespondensi,
menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
4) Pegawai administratif : melaksanakan tugas-tugas untuk
sekretaris, seperti mengoperasikan mesin fotocopy, menyusun dokumen, menyimpan
dokumen.
Tahap Penerapan Otomatisasi Perkantoran
❖ Tahap-tahap Penerapan Otomatisasi Kantor
Dalam penerapan otomatisasi kantor, ada beberapa tahap yang
penting untuk diperhatikan sebagai berikut:
1. Tradisional : penggunaan teknologi utamanya ditujukan
untuk mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas. Terfokus
pada penggunaan word processing, fax, telepon dan lain-lain.
2. Transisional ; ditandai dengan mulai digunakannya proses
data secara elektronik serta dibangunnya aplikasi untuk keperluan
pengarsipan, penyimpanan, dan komunikasi yang berbasis komputer. Contoh :
pembuatan database (oracle), general ledger (informasi keuangan), EAS
(sistem approval
elektronik) dan lain-lain.
3. Transformasional ; merupakan konvergensi telekomunikasi
dan informasi (ICT). Contoh : teleconference, videoconference dan
lain-lain.
Penggunaan Peralatan dalam Otomatisasi Kantor
1. Dilihat dari tenagan penggeraknya :
a. Mesin manual ialah mesin-mesin yang digerakkan oleh
tenanga manusia
b. Mesin listrik (elektrik) ialah mesin-mesin yang
digerakkan dengan tenaga listrik atau baterai
2. Dilihat dari cara kerja dan komponen mesinnya
a. Mesin mekanik yaitu mesin-mesin yang rangkaian
komponennya tampak bergerak dalam operasinya
b. Mesin elektronik yaitu mesin-mesin dengan rangkaian
komponen elektronik, berupa kabel-kabel
3. Dilihat dari fungsinya dalam berbagai pekerjaan kantor
a. Mesin-mesin untuk mencatat bahan keterangan, diantaranya
adalah mesin tulis, mesin dikte, mesin penomor, dan asalah pensil
b. Mesin-mesin untuk menghimpun bahan keterangan diantaranya
adalah pembuka surat mesin penjilid, hectmachine, pemotong kertas,
dan pencatat uang kas
c. Mesin-mesian untuk mengolah bahan keterangan diantaranya
adalah mesin jumlah, mesin hitung, dan komputer
d. Mesin-mesin untuk memperbanyak bahan keterangan
diantaranya adalah mesin stensil,mesin stensil spiritus, mesin fotocopy, mesin
perekam sheet, mesin offset, dan berbagai mesin cetak
Jenis-jenis Aplikasi Otomatisasi Kantor
Perkantoran merupakan kegiatan yang berhubungan dengan
pelayanan dalam perolehan,pencatatan, penyimpanan, penganalisaan, dan
pengkomunikasian.
Berikut ini adalah jenis-jenis aplikasi otomatisasi
perkantoran yang dapat
digunakan :
1. Pengolahan Kata (Word Processing)
Word processing adalah penggunakan suatu aperalatan
elektronik yang
secara otomatis melakukan beberapa tugas yang diperlukan
untukmembuat
dokumen ketik atau cetak.
Contoh dari word processing adalah Ms. Word dari Microsoft
Office
2. Surat Elektronik (Electronic Mail/E-mail)
Surat elektronik yang dikenal sebagai e-mail adalah
penggunaan jaringan
komputer yang memungkinkan para pemakai mengirim, menyimpan
dan
menerima pesan-pesan dengan menggunakan terminal komputer
dan alat
penyimpanan.
3. Voice Mail
Voice mail memerlukan komputer dengan kemampuan menyimpan
pesan
audio dalam bentuk digital dan kemudian mengubahnya kembali
menjadi
audio saat dipanggil. Tiap pemakai mempunyai voice mailbox
dalam
penyimpanan sekunder, dan peralatan khusus mengubah pesan
audio ke dan
dari bentuk digital.
4. Kalender Elektronik (Electronic Calendaring)
Adalah penggunaan jaringan komputer untuk menyimpan dan
memanggil
acara yang telah ditetapkan oleh manajer. Kalender
elektronik bersifat khusu
diantara aplikasi otomatisasi kantor, karena ia hannya
menyusun terjadinya
komunikasi bukan mengkomunikasikan informasi. Cara kerjanya
mirip
dengan organizer.
5. Konferensi Audio (Audio Conferencing)
Adalah penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat
suatu
hubungan audio diantara orang-orang yang tersebar secara
geografis dengan
tujuan melaksanakan konferensi.
Konferensi audio tidak memerlukan komputer, hanya melibatkan
fasilitas
komunikasi audio dua arah.
6. Konferensi Video
Adalah penggunaan peralatan televisi untuk menghubungkan
para peserta
konferensi yang tersebar secara geografis. Peralatan
tersebut menyediakan
hubungan audio dan video serta tidak memerlukan komputer. 3
konfigurasi
dasar konferensi video berdasarakan sinyalnya adalah :
- Video satu arah dan audio satu arah
- Video satu arah dan audio dua arah
- Video dan audio dua arah
7. Konferensi Komputer (Computer Conferencing)
Adalah penggunaan jaringan komputer, sehingga memberi
kemampuan
seseorang untuk melakukan pertukaran informasi selama proses
terjadinya
konferensi. Aplikasi ini hamper sama dengan electronic mail,
karena kedua
aplikasi ini menggunakan hardware dan software yang sama.
8. Transmisi Faxsimili (Facsimile Transmission)
FAX adalah penggunaan peralatan khusus yang dapat membaca
citra
dokumen pada satu ujung saluran komunikasi dan membuat
salinannya di
ujung yang lain. Fax sangat mudah diimplementasikan dan
dioperasikan.
Jalur telepon suara dapat berfungsi sebagai channel-nya dan
pengoperasian
peralatannya tidak lebih sulit daripada mengoperasikan mesin
fotocopy.
9. Pencitraan (Imaging)
Untuk menyimpan dokumen yang berukuran/bervolume besar
diperlukan
penyimpanan khusus sehingga mudah untuk memanggil dan
mendapatkan
kembali informasi yang diperlukan dalam dokumen tersebut.
Penggunaan
microfrom yang berupa microfilm dan microfiche dapat
mengurangi
kebutuhan ruang penyimpanan sebesar 97% sehingga efektif
digunakan
untuk dokumen besar.
10. VideoText
Adalah penggunaan komputer untuk tujuan memberikan tampilan
materi
tekstual pada layar CRT. Penggunaan komputer untuk
menampilkan pada
layar CRT materi narasi dan grafik yang tersimpan. Untuk
menyediakan
informasi dalam bentuk videotext, terdapat 3 sumber utama
bahannya, yaitu:
- menciptakan file videotext pada komputernya sendiri
- berlangganan jasa videotext
- memperoleh akses ke file videotext dari perusahaan lain
2.12 Sistem Pakar
Konsep sistem pakar adalah menirukan metodologi dan kinerja
seorang
manusia yang ahli dalam bidang atau domain tertentu yang
spesifik.(Setiawan,
1993). Sistem pakar adalah program pemberian nasehat (advice
giving) atau
program konsultasi yang mengandung pengetahuan dan
pengalaman yang
dimasuki oleh satu atau banyak pakar kedalam satu domain
pengetahuan tertentu.
Agar setiap orang biasa memanfaatkannya untuk memecahkan
suatu masalah.
(Suparman,1991).
2.13 Kelebihan Sistem Pakar
Kelebihan yang diperoleh dari sistem pakar yaitu:
• Memungkinkan orang awam bisa melakukan pekerjaan seorang
pakar.
• Meningkatkan produktivitas kerja dengan jalan meningkatkan
efisiensi
pekerjaan.
• Menghemat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan atau masalah
yang
kompleks.
• Menyederhanakan beberapa operasi.
• Pengolahan berulang-ulang secara otomatis.
• Tersedianya pengetahuan pakar bagi masyarakat luas
2.14 Kelemahan Sistem Pakar
Sedangkan kelemahan sistem pakar yaitu:
• Pengembangan sistem pakar sangat sulit, seorang pakar yang
baik sulit
diperoleh. Memedatkan pengeahuan seorang pakar dan
mengalihkannya
menjadi sebuah program merupakan pekerjaan yang melelahkan
dan
memerlukan biaya yang besar.
• Sistem pakar sangat mahal untuk mengembangkan, mencoba dan
mengirimkannya ke pemakai terakhir memerlukan biaya tinggi.
• Hampir semua sistem pakar (expert system) masih harus
dapatdimplementasikan dalam komputer besar, sistem pakar
yang
dijalankan pada komputer pribadi tergolong sistem apkar
kecil dan kurang
canggih.
• Sistem pakar tidak 100 % menguntungkan karena produk
seseorang tidak
ada yang sempurna dan tidak selalu benar, oleh karena itu
perlu dikaji
ulang secara teliti sebelum digunakan.
Bentuk Sistem Pakar
Ada 4 bentuk sistem pakar, yaitu :
• Berdiri sendiri. Sistem pakar jenis ini merupakan software
yang berdirisendiri tidak tergantung dengan software yang lainnya.
• Sistem pakar jenis ini merupakan bagian program yang
terkandung
didalam suatu algoritma (konvensional), atau merupakanprogram
dimana
didalamnya memanggil algoritma subrutin lain(konvensional).
• Menghubungkan ke software lain . Bentuk ini biasanya
merupakan
systempakar yang menghubungkan ke suatu paket program
tertentu,
misalnya
• Sistem Mengabdi. Sistem pakar merupakan bagian dari
komputer
khususyang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu.
Misalnya sistem
pakar yang digunakan untuk membantu menganalisis data radar.
Contoh beberapa sistem pakar
·
XSEL
Sistem pakar ini dapat bertindak sebagai asisten penjual
yang membantu penjual
komputer DEC memilihkan pesanan pelanggan sesuai dengan
kebutuhan.
·
MYCIN
Sistem ini dikembangkan di Universitas Stanford pada
pertengah-an 1970-an
dengan tujuan untuk membantu jurumedis dalam mendiagnosa
penyakit yang
disebabkan oleh bakteri
·
PROSPECTOR
Sistem ini diciptakan oleh Richard Duda, Peter Hard, dan
Rene Reboh pada tahun
1978 yang menyediakan kemampuan seperti seorang pakar di
bidang geologi.
Model konseptual sistem pakar
Model konseptual sistem pakar yang paling umum diperlihatkan
pada Gambar
5.21. Tampak bahwa terdapat 4 buah komponen penting, yakni
basis
pengetahuan (knowledge base), mesin inferensi (inference
engine), fasilitas
penjelasan, dan antarmuka pemakai.
Basis pengetahuan merupakan komponen yang berisi
pengetahuanpengetahuan yang berasal dari pakar. Berisi sekumpulan fakta (fact)
dan
aturan (rule). Fakta berupa situasi masalah dan teori
tentang area masalah.
Aturan adalah suatu arahan yang menggunakan pengetahuan
untuk
memecahkan masalah pada bidang tertentu.
• Mesin inferensi adalah komponen yang menjadi otak sistem
pakar.
Bagian inilah yang berfungsi melakukan penalaran dan
pengambilan
kesimpulan.
• Fasilitas penjelas merupakan komponen yang berfungsi untuk
memberikan penjelasan kepada pemakai yang memintanya. Jenis pertanyaan
;ang dapat ditangani biasanya berupa “Mengapa” dan
“Bagaimana”. Tidak
semua sistem pakar menyediakan bagian ini. Contoh berikut
mem-berikan
gambaran tentang penjelasan oleh sistem pakar.
• Antarmuka pemakai merupakai bagian yang menjembatani
antara sistem
dan pemakai. Melalui bagian inilah pemakai berkomunikasi
dengan
sistem.
Kesimpulan
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung
yang
mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan
komputer sebagai
SIM (Sistem Informasi Manajemen) dipromosikan oleh pembuat
komputer untuk
mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM (Sistem Informasi
Manajemen)
menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk
tujuan utama
menghasilkan informasi manajemen.
Otomatisasi kantor (office automation/OA) memudahkan
komunikasi dan
meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja
kantor melalui
penggunaan alat elektronik. OA telah berkembang meliputi
beragam aplikasi
seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail,
elektronik calendaring, facsimile
transmission. Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian
penalaran
logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang
dinamakan kecerdasan buatan
(artificial intelligence).
Daftar Pustaka http://fairuzelsaid.com/konsep-sistem-pakar/
https://blogaanwati.wordpress.com/2013/01/11/otomatisasi-kantor/. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_otomatisasi_kantor.
http://nove82.blogspot.co.id/2014/10/otomatisasi-perkantoran-a.html
Rabu, 01 Juli 2020
Ringkasan Jurnal Sistem Informasi Manajemen
International JOURNAL OF DECISION Support
System Technology
Juli - September 2010, Vol. 2, No.
3
Artikel Penelitian
Meneliti Implikasi Proses dan Pilihan
untuk Pengambilan Keputusan Strategis
Efektivitas
Paul L. Drnevich, Universitas Alabama,
AS
Thomas H. Brush, Purdue University, USA
Alok Chaturvedi, Universitas Purdue, AS
Studi Empiris tentang Informasi
Kesadaran Kelompok dalam Kelompok Berbasis Web Deci
Sistem Pendukung sion
Nipat Jongsawat, Universitas Siam,
Thailand
Wichian Premchaiswadi, Universitas Siam,
Thailand
Tipologi Tema Berbagi Pengetahuan Tacit
untuk Membina Keputusan Grup
Sistem pendukung
Amin A. Shaqrah, Universitas Alzaytoonah
Yordania, Yordania
Pendekatan Sistem untuk Menentukan
Strategi Kontrol secara Hierarkis
Sistem Tenaga Kerja
Andrej ikraba, Universitas Maribor,
Slovenia
Miroljub Kljaji °, Universitas Maribor,
Slovenia
Davorin Ko a², Universitas Maribor,
Slovenia
Sistem Pendukung Keputusan Terintegrasi
untuk Tumpangsari
AS Sodiya, Universitas Pertanian,
Nigeria
AT Akinwale, Universitas Pertanian,
Nigeria
KA Okeleye, Universitas Pertanian, Nigeria
JA Emmanuel, Universitas Pertanian,
Nigeria
Meneliti Implikasinya
Proses dan Pilihan untuk
Efektivitas Pengambilan Keputusan Strategis
ABSTRAK
Sebagian besar pendekatan pengambilan keputusan strategis
(SDM) menganjurkan pentingnya proses pengambilan keputusandan pilihan respons
untuk memperoleh hasil yang efektif. Sistem pendukung pengambilan keputusan
modern (DMSS)teknologi sering juga diperlukan untuk SDM yang kompleks, dengan
penelitian terbaru menyerukan DMSS yang lebih integratifpendekatan. Namun, para
cendekiawan cenderung mengambil pendekatan terpecah dan tidak setuju apakah
rasional atau tidakproses pengambilan keputusan politik menghasilkan hasil
keputusan yang lebih efektif.
Dalam penelitian ini, penulis menelitimasalah-masalah ini
dengan terlebih dahulu mengeksplorasi beberapa argumen teoretis yang bersaing
untuk efektivitas proses-pilihanhubungan, dan kemudian menguji hubungan ini
secara empiris menggunakan data dari latihan pelatihan respon krisis menggunakan
DMSS berbasis agen yang cerdas. Hasil ini
menawarkan bukti empiris untuk mengkonfirmasi sebelumnyaargumen yang tidak
didukung bahwa pilihan respons merupakan faktor mediasi penting antara
pengambilan keputusanproses dan efektivitasnya. Para penulis menyimpulkan
dengan diskusi tentang implikasi dari temuan ini danpenerapan teknologi DMSS
simulasi berbasis agen untuk penelitian dan praktik akademik.
PENGANTAR
Pengambilan keputusan strategis (SDM) melibatkanmetode dan
praktik yang digunakan organisasimenafsirkan peluang dan ancaman dalamlingkungan
dan kemudian membuat keputusan respons(Shrivastava & Grant, 1985).
Keputusan modernmembuat teknologi sistem pendukung (DMSS) adalah sering juga
dibutuhkan untuk SDM yang kompleks, dengan yang terbarupenelitian yang menuntut
DMSS lebih integratifpendekatan (Mora, Forgionne, Cervantes, GarYrido, Gupta,
& Gelman, 2005; PhillipsYWren,Mora, Forgionne, & Gupta, 2009). DMSS
seperti ituteknologi menawarkan tipe kaya dan berkuasaful platform teknologi
penelitian dengan tinggitingkat validitas eksternal dan internal jugasebagai
keandalan yang dibutuhkan untuk keputusan terintegrasidukungan (Mora et al.,
2005; Liu, Duffy, WhitYbidang, Boyle, & McKenna, 2009; Linebarger,
DeSpanyol, McDonald, Spencer, & Cloutier, 2009;Mostashari & Sussman,
2009; PhillipsYWrenet al., 2009)
Dalam penelitian ini
kami membahas beberapa pertanyaan penelitian khusus:
1) Apakah variasi dalam proses pengambilan keputusan
menghasilkan variasi dalam pilihan respons;
2) Apakah variasi dalam pilihan jawaban menghasilkan
variasi dalam keputusan efektif;
3) Bisakah kita juga melacak efektivitas berbagai
proses SDM yang dimediasi melalui pilihan respons tertentu? Karena manajemen
dapat mempengaruhi proses SDM, pertanyaan ketiga cenderung lebih menarik
daripada pertanyaan kedua. Namun, jika kita hanya melihat hubungan langsung
antara proses SDM dan efektivitas (yaitu, Dean & Sharfman, 1996), kita
mungkin mengaitkan perbedaan dalam efektivitas dengan variasi proses ketika
variasi ini tidak benar-benar mempengaruhi pilihan. Oleh karena itu, kita perlu
cukup melihat proses SDM mana yang lebih efektif dalam situasi ini dan menghasilkan
hasil yang paling efektif. Mengatasi pertanyaan-pertanyaan ini membantu untuk
mengklarifikasi pengaruh proses dan pilihan yang terintegrasi pada efektivitas
pengambilan keputusan strategis.
Makalah ini
menghasilkan sebagai berikut:
1) Kami meninjau
penelitian terkait pada SDM, dan memanfaatkan teori usia sebelumnya untuk
mengembangkan hipotesis untuk proses terintegrasi. Efektivitas model SDM.
2) Kami menguji model
dan hipotesis melalui analisis data empiris dari latihan pelatihan penanganan
krisis menggunakan teknologi sistem pendukung keputusan simulasi berbasis agen;
3) Kami menyajikan dan
mendiskusikan hasil analisis kami dalam kaitannya dengan model dan hipotesis
4) Kami menyimpulkan
dengan diskusi tentang temuan kami bersama dengan implikasi untuk praktik dan
penelitian akademis masa depan.
PENGEMBANGAN TEORI
Sebagai implikasi mediasi potensialdari variabel menengah
pilihan respons adalahdengan demikian tidak diteliti, kami memperluas dan
memeriksaDean dan Sharfman (1996) model untuk mengklarifikasiargumen yang
bertentangan dalam SDM sebelumnyaliteratur. Kami melakukan ini dengan
memeriksamodel penuh dengan dimasukkannya mediasihubungan pilihan respons
melalui kamiaplikasi untuk pengambilan keputusan yang ekstrimkonteks (respons
krisis). Pendekatan kami adalah sebagai berikut:
1) Kami memperluas Dean
dan Sharfman(1996) pengambilan keputusan strategis hubungandan model
efektivitas variasi dalam proses,pilihan respons, dan efektivitas dengan
memperluasmodel efektivitas mereka untuk memasukkan potensimemediasi efek dari
pilihan perantara
2) Kami kemudian
memeriksa argumen yang bersainguntuk efektivitas proses dalam konteks ini
dariFredrickson dan Mitchell (1984), Bourgeois danEisenhardt (1988), dan Hart
(1992).
Dalam model Dean and Sharfman (1996)variasi dalam
pengambilan keputusan strategisproses (mis., Pendekatan Politik atau
Rasional)menghasilkan variasi dalam pilihan respons, yang dihasilkandalam
variasi efektivitas. KeefektifanOleh karena itu hasil tergantung pada yang
berikut:
1) Proses pengambilan
keputusan strategisdimanfaatkan
2) Pilihan strategi
responsdiimplementasikan. Untuk mengklarifikasi konflik Yargumen dominan dalam
literatur untukefektivitas proses di bawah ketidakpastian, jugasebagai uji
peran mediasi berteori pilihan,kami mengembangkan beberapa hipotesis dasar
untuk menjadikira-kira konsisten dengan literatur sebelumnya.
Replikasi model Dean
dan Sharfman (1996):
Hipotesis 1: Variasi
dalam keputusan strategisYProses pembuatan akan terkait dengan variasidalam
efektivitas.Meneliti sub elemen dari Dean yang tersiratdan Sharfman (1996)
model:
Hipotesis 2: Variasi
dalam keputusan strategisYProses pembuatan akan terkait dengan variasidalam
pilihan respons.
Hipotesis 3: Variasi
dalam pilihan respons akanterkait dengan variasi dalam efektivitas.
Untuk memeriksa model lengkap seperti yang diusulkan
olehDean dan Sharfman (1996), yang mengusulkan amemediasi hubungan tetapi hanya
memeriksahubungan langsung, kami membedakan antaraefek langsung dari proses SDM
pada efektivitas(H1) dan hubungan mediasi yang bertindak melaluipilihan
jawaban. Dalam hubungan, kami memodelkan pilihan responssebagai langkah
perantara dan menganggap ini sebagaiperluasan pengambilan keputusan strategi
danhubungan efektivitas. Karena itu kami berasalhipotesis 4 untuk menguji
apakah responspilihan memiliki efek mediasi dan langsungpada efektivitas
keputusan.
Meneliti penuh Dean dan
Sharfman (1996) model:
Hipotesis 4: Variasi
dalam keputusan strategisYmembuat proses dan variasi dalam responsPilihan akan
terkait dengan variasi dalamefektivitas.
Untuk memeriksa konflik dalam literaturtentang
ketidakkonsistenan di antara Fred rickson dan Mitchell (1984) dan Bourgeois
danEisenhardt (1988) proposisi untuk ketidakpastiandan lingkungan berkecepatan
tinggi, sertaHart (1992) proposisi untuk keefektifan olehjenis pengambilan
keputusan, kami mengembangkanhipotesis 5a dan 5b.
Hipotesis 5a: Dalam lingkungan yang sangat
bergejolak, proses pengambilan keputusan yang rasional harus berhubungan
positif dengan efektivitas, sedangkan proses pengambilan keputusan politik
seharusnya tidak memiliki hubungan positif dengan efektivitas (Bourgeois
& Eisenhardt, 1988; Hart, 1992).
Hipotesis 5b: Dalam lingkungan yang sangat
bergejolak, proses pengambilan keputusan yang
rasional harus berhubungan negatif dengan
efektivitas, sedangkan proses pengambilan
keputusan politik harus memiliki hubungan positif
dengan efektivitas (Fredrickson & Mitchell,1984).
ANALITIS
PERTIMBANGAN
Konteks Studi
Peristiwa
krisis (yaitu, bencana alam, terorisme,dll.) adalah lingkungan yang ditandai
oleh beragamtingkat turbulensi dan ambiguitas (NasionalKomisi Serangan Teroris,
2004). Sementaraorganisasi pemerintah berbeda dari yang disektor swasta,
penelitian dalam manajemen bidang SDM mungkin berlaku untuk pemerintah organisasi
yang berurusan dengan peristiwa krisis. Untuk contoh, tugas inti organisasi
adalahpembuatan dan / atau pemeliharaan kecocokan antara kekuatan dan kemampuan
internal organisasi ikatan dan tuntutan ditempatkan pada mereka oleh mereka lingkungan.
Organisasi pemerintah harusjuga memanfaatkan sumber daya dan kemampuan
unikikatan di berbagai departemen dan tingkat pemerintah untuk menanggapi
tantangan di negara mereka lingkungan.
Contoh data
Kami
menguji model dan hipotesis kami menggunakan data yang dikumpulkan dari
pendekatan multi-langkah yang terdiri dari percobaan (latihan pelatihan
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang disebut Respon Terukur (MR)) bersamaan
dengan simulasi berbasis agen yang cerdas. Kami menggunakan data ini untuk
menguji model Dean dan Sharfman (1996) yang diperluas dan hipotesis terkait
untuk variasi dalam proses, pilihan, dan efektivitas SDM. Kami menggunakan
komputasipendekatan metodologi eksperimen untukmelakukan hal ini. Pendekatan
ini terdiri dari dua langkah:
1)Menggunakan instrumen survei yang divalidasi untuk
mengumpulkandata tentang proses strategi dan pilihan dari
laboratoriumbereksperimen dengan praktisi aktual yang dikelompokkanke dalam
beberapa tim tanggapan
2) Informasi agen ligent Simulasi berbasis digunakan
dalamlatihan untuk menghasilkan data tentang efektivitas proses dan respons
kelompok pilihan. Kami menguji model kami dan hipotesisnyamelalui analisis
empiris terhadap sub sampel PT268 gabungan pengamatan dari survei dan data
simulasi yang dikumpulkan dari latihan.
Model
Simulasi. Latihan pelatihan Measured Response memanfaatkan lingkungan sintetis sebagai
teknologi sistem pendukung keputusan untuk latihan tersebut. Sistem ini
menggunakan lingkungan simulasi komputer virtual dinamis untuk mensimulasikan
wabah dan dispersi agen biologis pada kota berukuran sedang di Amerika Serikat.
Wabah ini mempengaruhi puluhan ribu agen intelijen berbasis komputer. Agen-agen
ini mendekati keanekaragaman Agen-agen ini mendekati
keanekaragamankarakteristik dan demografi perilakudari populasi model yang
sebenarnya untuk kota.Selain itu, kami menggunakan pathogenYspecificdata dari
Centers for Disease Control(CDC) dalam model simulasi untuk memastikanserangan
terjadi secara realistis padapopulasi virtual agen cerdas. Lebih lanjut,aspek
organisasi dari simulasimodel menggabungkan data dari DHS aktual danRencana
tanggapan CDC. Skenario simulasikarena itu mereplikasi karakteristik
sebenarnyadari serangan dunia nyata di mana decisionYmembuat pilihan proses dan
strategi responsecara signifikan dapat mempengaruhi hasil dalam haltingkat
infeksi, penyebaran penularan, populasitingkat kematian, dan mood publik.
Pengukuran
Variabel dependen
Variabel
dependen dalam penelitian kami terdiri dari komposit terintegrasiIni mengukur
efektivitas keputusan. IniPendekatan ini konsisten dengan penelitian
terbarumenganjurkan proses dan hasil yang terintegrasilangkah-langkah untuk
sistem pendukung pengambilan keputusanevaluasi (Mora et al., 2005;
PhillipsYWrenet al., 2009). Sedangkan tujuan keputusan adalah untukmengandung
atau mengendalikan wabah dan meminimalkankorban jiwa, kebutuhan untuk
mempertahankan pajak yang dapat diterimaSuasana hati publik mempersulit tujuan
ini.Karena itu pembuat keputusan harus mempertimbangkanhasil keputusan pilihan
mereka dalam halmengandung wabah dan dampaknya pada publiksuasana hati.
Variabel independen.
Dalam
penelitian kami terdiri dari strategisproses pengambilan keputusan, dan
karantinapilihan strategi. Variabel proses strategiterdiri dari ukuran
pengambilan keputusanproses yang dirancang untuk membedakan rasio
proseduralYnality (disebut I PR ") dan perilaku politik(disebut I PB
") proses keputusan. Kami mengukurvariabel-variabel ini melalui pertanyaan
pada surveiinstrumen yang didasarkan pada aslinyaDean dan Sharfman (1993, 1996)
mengajukan pertanyaanmeningkatkan pendekatan mereka (diukur melaluibeberapa
pertanyaan tervalidasi pada survei awalment menggunakan skala Likert, lihat
lampiran dan Deandan Sharfman 1993 dan 1996 untuk perincian lebih
lanjut).Pilihan respons dalam latihan terdiri dariopsi untuk strategi
karantina.
Variabel kontrol
Variabel
kontrol dipenelitian kami mencakup langkah-langkah untuk mengendalikan
potensitingkat pemerintah dan afiliasi departemenmempengaruhi, serta disposisi
peserta sebelumnyauntuk masalah kesehatan dan politik. Kami menyertakan
inivariabel kontrol dalam kesamaan acara diProses SDM atau preferensi pilihan
responsmungkin ada di antara tingkat pemerintahan tertentuatau di antara
lembaga pemerintah tertentu. Kitalebih lanjut dikendalikan untuk peserta
sebelum disYposisi untuk masalah kesehatan dan politik untuk diperiksauntuk
melihat apakah faktor alternatif mungkin mendorongproses keputusan atau pilihan
pilihan
PROSEDUR ANALITIS
Mengikuti pengkodean dan kompilasi dari kamisampel
data, kami melakukan pemeriksaan untuk hilangdata, validitas wajah, dan
multikolinearitas. Inicek mengkonfirmasi bahwa sampel munculdapat digunakan dan
bahwa data sesuai dengan yang diharapkanparameter. Selanjutnya, periksa
multikolinearitu mengungkapkan beberapa korelasi kecil di antaravariabel,
seperti yang kami harapkan, yang berhubungan dengansifat variabel yang diteliti
dan Pengukuran.
Selanjutnya,
untuk menguji hipotesis kami, diberikanpotensi autokorelasi dengan kumpulan
data,kami menggunakan model campuran tindakan berulangrancangan. Karena ukuran
variabel dependen kamiberasal sebagai data kontinu dengan normaldistribusi
(yang kemudian kami distandarisasi sebelumnyauntuk analisis), kami melakukan analisis
menggunakanprosedur CAMPURAN dengan kontrol untuk kovarianance di SAS. Karena
beberapa dari kami independenvariabel juga melibatkan ukuran LikertYscale,model
campuran linier umum (misalnya, theProsedur NLMIXED atau GLIMMIX di SAS)juga
dipertimbangkan (analisis tambahan dengan prosedur ini tidak mengungkapkan
secara signifikanhasil yang berbeda di antara prosedur). Campuranprosedur dalam
SAS memungkinkan pengulangan yang benarlangkah-langkah analisis untuk mengatasi
potensiautokorelasi. Dalam melakukannya, kami menggunakan levelpemerintah
sebagai efek tetap yang memungkinkankami untuk lebih teliti menilai model
jugaseperti membandingkan tingkat kecocokan antara direct dan model yang
dimediasi.
DISKUSI HASIL
Secara keseluruhan, ketika kami menganalisis jalur
langsung dari model penuh (Proses Efektivitas) terhadap jalur tidak langsung
(Proses melalui Pilihan pada Efektivitas) kami mengamati bahwa efektivitas
memang tampaknya memediasi proses melalui pilihan. Kami membahas hasil ini
secara terperinci, terkait dengan hipotesis kami di bawah ini.
Pengujian Hipotesis
Dalam
Hipotesis 1 , kami memeriksa apakah berbedation dalam proses SDM berhubungan
langsung dengan berbagaidalam efektivitas. Kami mengamati dukungan
untukHipotesis 1 dalam model 4; sebagai koefisien untukperilaku politik negatif
dan signifikan
Selanjutnya,
dalam Hipotesis 2 , kita exYamined subYelements model dalam halapakah variasi
dalam proses SDM berkaitan denganvariasi dalam pilihan respons. Kami hanya
mengamatidukungan marjinal untuk Hipotesis 2 dalam model2, karena koefisien
untuk perilaku politiknegatif dan sedikit signifikan, sedangkankoefisien untuk
rasionalitas prosedural mungkintive dan sedikit signifikan
Lebih
lanjut, dalam Hipotesis 3 , kami memeriksa apakahpilihan jawaban penting dalam
menjelaskanefektivitas. Kami gagal mengamati dukungan untukhipotesis 3 dalam
model 5, sebagai koefisien untukpilihan respons strategis adalah negatif dan
tidaksignifikan (lihat Tabel 3). Dalam Hipotesis 4 kitamemeriksa jalur lengkap
(model 6), untuk menentukanjika pilihan jawaban menyediakan relasi
mediasihubungan antara proses SDM dan efektifYness, atau jika efek langsung
dari proses SDM padaefektivitas (model 4) sudah cukup tanpahubungan mediasi.
Kami
mengamati sebagiandukungan untuk Hipotesis 4 sebagai model 6 menunjukkan
akoefisien negatif, tetapi sedikit signifikanuntuk pilihan, juga yang negatif
dan signifikankoefisien untuk perilaku politik. Selain itu,kami mengamati
peningkatan goodness of fit inmodel 6, yang menawarkan beberapa dukungan
tambahanuntuk Hipotesis 4 dan marginalkoefisien signifikan untuk pilihan dalam
model.
Dalam
Hipotesis5a kami berpendapat bahwa pembuatan keputusan rasional roses akan
berhubungan positif dengan SDM secara efektifkefektifan (Bourgeois &
Eisenhardt, 1988),dan mengharapkan efek non-positif untuk politikproses
pengambilan keputusan (Hart, 1992). Dimodel 4, koefisien untuk rasio
proseduralYnality adalah positif, tetapi tidak signifikan, dankoefisien untuk
perilaku politik adalah negatif dansignifikan (lihat Tabel 3). Demikian juga,
dalam model 6,koefisien untuk rasionalitas prosedural mungkintive, tetapi tidak
signifikan, dan koefisien untukperilaku politik negatif dan
signifikan.Selanjutnya, dalam analisis jalur, efektivitas bermeditasi dari
perilaku politiksignifikan, dan efek dari jalur yang dimediasipositif bila
dibandingkan dengan jalur langsung.Dengan demikian, kami menyimpulkan bahwa
kami gagal untuk mengamati dukunganport untuk Hipotesis 5a . Karena itu, hasil
kamitampil konsisten dengan argumen Hart(1992) yang mengatakan perilaku politik
tidak maumenjadi positif, sementara mereka tampaknya bertentangan denganargumen
Bourgeois dan Eisenhardt
Dalam
Hipotesis 5b kami berpendapat bahwa rasionalproses pengambilan keputusan akan
berhubungan dengan negaYuntuk efektivitas SDM, dan diharapkan aefek positif
untuk pengambilan keputusan politikproses (Frederickson & Mitchell,
1984).Namun, dalam model 4 dan 6, kami mengamati kemungkinankoefisien tive
tetapi tidak signifikan untuk proseduralrasionalitas. Selanjutnya, kami juga
mengamati negatifdan koefisien signifikan untuk perilaku politikdalam model 4
dan 6 (lihat Tabel 3). Karena itu kamijuga gagal mengamati dukungan untuk
Hipotesis 5b ,bertentangan dengan argumen Fredericksondan Mitchell (1984) yang
menganjurkan penggunaanjenis politis proses dalam konteks ini, danbahwa proses
pengambilan keputusan rasional harushubungan negatif dengan efektivitas
dalamlingkungan yang tidak stabil.
KESIMPULAN
Dalam
tulisan ini kami menguji implikasi dariargumen yang bersaing untuk
efektivitasproses pengambilan keputusan, dengan penyertaandari berteori, tetapi
di bawah mediasi diperiksaperan untuk pilihan respons, dalam konteks
publikpengambilan keputusan sektor dalam kondisi ketidakpastian (yaitu, respons
krisis). Dengan demikian,kami menggunakan teknologi DMSS untuk mengembangkan
suatuperpanjangan model keputusan sebelumnya (Dean &Sharfman, 1993, 1996)
dengan hipotesis terkaites untuk proses, pilihan, dan efektivitas SDM.Kami
memeriksa model yang diperluas menggunakan datadikumpulkan melalui pengalaman
komputasiPendekatan yang melibatkan eksperimen denganpembuat keputusan aktual
(federal, negara bagian, dan lokalpegawai pemerintah), dan pegawai yang mapan
dankeputusan simulasi berdasarkan agen divalidasi dukungsistem pelabuhan
(Chaturvedi et al., 2005; Harrisonet al., 2007)
Implikasi Penelitian
Salah
satu implikasi penelitian dari penelitian ini melibatkanperluasan dan perluasan
Dekan danSharfman (1993, 1996) bekerja dengan baikklarifikasi prediksi bersaing
untukefektivitas proses SDM. Temuan kamidukungan empiris untuk Dekan yang
diperluas danModel Sharfman (1996) menunjukkan respons itupilihan dapat memainkan
peran mediasi penting dalamhubungan antara proses SDM dan efektivitas. Kedua, keunggulan kamision of Dean and SharfmanĂ ©
(1996) model untuklingkungan yang kompleks dan bergejolak
mengindikasikanpenerapan model untuk konteks ekstrim,di luar konteks yang lebih
stabil di mana ia beradaawalnya dikembangkan. Pengamatan inimenunjukkan
dukungan lebih lanjut untuk ketahanan danpenerapan untuk Dean dan Sharfman
(1993,1996) argumen dan model.
Lebih
lanjut, kami mengklarifikasi konflik yang belum terselesaikan dalam literatur
tentang efektivitas proses SDM dalam lingkungan yang bergolak, menggemakan
panggilan dalam penelitian terbaru untuk pendekatan DMSS yang lebih integratif
(Mora et al., 2005; Phillips- Wren et al., 2009). Hasil analisis kami tampaknya
mendukung Hart (1992) yang menganjurkan efek negatif dari proses perilaku
politik dalam konteks tersebut.
Implikasi Manajerial
Dalam
hal implikasi manajerial, kamiberusaha untuk membedakan mana pilihan
jawabanpaling efektif dalam konteks ini dan yang manaproses pengambilan
keputusan menghasilkan lebih banyak efisiensitanggapan yang efektif. Mengingat
sifat kritis daripengambilan keputusan di bawah ketidakpastian yang tinggi
danrisiko dalam konteks kami, kami menyimpan kekhawatiran itusaat ini mengamati
proses SDM dalam praktik(sering politis) mungkin subyoptimal dan genapmerugikan
keefektifan. Sebagai contoh, kitadiharapkan sebagai tindakan karantina menjadi lebih
membatasi, kita akan menyelamatkan lebih banyak nyawa, tetapibahwa kita akan
mempengaruhi suasana hati publikjadi pengambil keputusan akan ragu untuk
membuatpilihan-pilihan ini.
Pemeriksaan
lebih lanjutTemuan ini mengungkapkan bahwa pengamatan inimungkin karena efek
lokal jangka pendekstrategi karantina agresif, yaitusangat restriktif, dan
berpotensi menghambatsubyek sehat ke daerah yang terkontaminasi dengan
demikianmembuat mereka terinfeksi. Dalam jangka pendek,ini akan mengurangi
jumlah nyawa yang diselamatkandan mood publik dibandingkan dengan yang tidak
terlalu membatasistrategi karantina. Namun, seiring waktu yang lebih
lamaperiode, strategi karantina yang sangat ketatsecara teoritis masih harus
lebih efektif daripadayang kurang ketat dalam hal total nyawa yang
diselamatkandi tingkat negara bagian dan nasional, sebagaimana mestinyamembantu
mencegah acara terlokalisasiepidemi yang meluas. Akhirnya pengamatan
inimemberikan wawasan tentang kompleksitas SDMdalam konteks ini, dalam hal itu
sepertinya penting untukmenerapkan penyaringan dan respons evakuasi,dalam hubungannya
dengan tanggapan karantina, untukupaya untuk mengurangi dampak buruk dari
tambangantine strategi untuk subyek sehat dalam zona penahanan.
Keterbatasan dan Penelitian Masa Depan
Keterbatasan.
Penelitian ini tunduk pada sejumlah keterbatasan potensial, yang harus dipertimbangkan ketika menafsirkan temuan dan
pengamatan kami. Keterbatasan potensial pertama adalah ukuran sampel (268 pengamatan dari
satu percobaan). Penelitian di masa depan pada konstruksi ini dan hubungan mereka dalam
konteks ini mungkin ingin menggunakan sampel yang lebih besar dalam periode
waktu yang lebih lama. Kedua, mengingat perlunya mempertahankan realisme dari
latihan pelatihan keamanan tanah air dan untuk memanfaatkan pembuat keputusan dalam peran
kehidupan nyata mereka, kami tidak dapat secara acak menugaskan kelompok perawatan
kami. Ketiga, sementara kami berusaha untuk mengontrol disposisi peserta percobaan
sebelumnya terhadap masalah politik atau kesehatan, masih mungkin bahwa faktor-faktor
tersebut dapat mempengaruhi dalam proses SDM, pilihan respons, dan efektivitasnya. Keempat,
ada juga kemungkinan penjelasan alternatif lain untuk pengamatan penelitian
ini, yang juga bisa menjadi penjelasan yang masuk akal untuk beberapa hasil.
Penemuan
masa depan. Penelitian ini memunculkan beberapapertanyaan-pertanyaan penting
yang mungkin ada banyakimplikasi untuk penelitian dalam manajemendan bidang
kebijakan publik. Beberapa pertanyaan iniadalah: Bagaimana proses politik tidak
disarankan,dan bagaimana kita dapat mengurangi dampak buruk merekaFect; dan
sejauh mana predisposisimenuju dampak proses pengambilan keputusanpilihan
respons dan / atau efektivitas SDM? Secara khusus, kami menyarankan penelitian
lebih lanjutbaik dampak dari proses pengambilan keputusan,dan peran mediasi
dari pilihan respons, dipengaturan sektor publik dan swasta di bawahkondisi
risiko tinggi dan ketidakpastian.
KESIMPULAN
Melalui
tulisan ini, kami menunjukkan pentingnya pilihan respons sebagai faktor
penengah dalam proses SDM - hubungan efektivitas. Lebih lanjut, kami telah
menggambarkan bahwa teori, model, dan metode yang dikembangkan melalui penelitian
di bidang manajemen dapat berlaku untuk konteks lain yang lebih bergejolak
seperti respons krisis sektor publik. Kami
berharappekerjaan dapat memberikan motivasi untuk melanjutkanpenelitian tentang
efektivitas SDM sertaaplikasi penelitian dan model manajemenke pengaturan tidak
konvensional seperti terorismedan respon krisis.Dalam hal proses SDM
munculpaling efektif, kami menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, sementarakami
gagal menemukan dukungan untuk pengambilan keputusan yang rasionalmembuat proses,
efek dari politik APYProaches secara signifikan lebih negatif padaefektivitas
dalam konteks kita saat ini.
Selanjutnya,Temuan
kunci bahwa pilihan respons dapat menjadi penengahbeberapa hubungan antara
proses SDM danefektivitasnya berpotensi cukup penting. IniTemuan menunjukkan
bahwa proses itu sendiri mungkin tidak cukup untuk menjelaskan efektivitas,
tetapi sebaliknyaadalah efek gabungan dari pengambilan keputusanproses dan
pilihan respons yang pentinguntuk efektivitas tanggapan. Kami berharap
iniTemuan dapat memberikan beberapa wawasan untuk masa depanpenelitian dan
praktik untuk meningkatkan SDM secara efektifkeefektifan, dan menunjukkan
manfaatnyateknologi DMSS untuk lingkungan seperti itu(Mora et al., 2005;
PhillipsYWren et al., 2009;RamirezYMarquez & Farr, 2009), sambil berharapYsepenuhnya
meningkatkan kemungkinan yang efektifMenanggapi kejadian aktual.
PENGAKUAN
1) Penelitian ini didanai sebagian oleh NSFDDDAS
memberikan # CNSY0325846
2) Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada mantan
IndianaDirektur DHS negara Eric Dietz, PurdueInstitut Keamanan Dalam Negeri
(PHSI) dan mantandirektur Tim Collins, dan staf Tejas Bhatt danChihYHui Hsieh
khususnya untuk keahlian merekabantuan sive dengan pengumpulan, persiapan,dan
analisis data simulasi dariLatihan Respon Terukur.
Langganan:
Postingan (Atom)
